Rabu, 01 Juni 2016

anatomi reproduksi.unriyo


1.  Organ reproduksi wanita



Keterangan
è Osteo secral
Untuk menyangga bagian pinggul

è Ureter
Untuk mendorong urin dari ginjal ke kandung kemih

è Fimbrae
Untuk menangkap sel ovum yang telah matang
è Tuba Falopi
Saluran yyang membawa ovum
è Ovarium
Tempat memproduksi sel telur dan tempat perkembangan janin
è Ligament ovarium
Untuk mrngikat organ-organ reproduksi dan mempertahankan ovarium
è External illiac vessels
Pembuluh darah yang membantu ovarium
è Vena
Mengalirkan darah ke ovarium
è Primetrium
Sebagai pelindung uterus
è Myommetrium
Untuk kontraksi dan relaksasi uterus
è Liang serviks
Saluran untuk kluarnya janin
è Serviks
Tempat keluarnya janin
è Kandung kemih
Tempat menampung urin sementara
è Tulang kemaluan
Di depan kandung kemih
è Uretra
Membawaurin dari kandung kemih keluar
è Klitoris
Saraf rangsangan

è External uretra
Tempat keluarnya urin
è Labium minora
Untuk menutup organ genetal didalamnya
è Labium mayora
Untuk menutup organ genital didalamnya
è Lubang vagina
Tempat masuknya sperma dan keluarnya janin
è Badan uterus
è Sigmoid kolon
Mengeluarkan sisa makanan
è Rektum
Tempat terakhir usus besar
è Vagina
Tempat keluarnya darah mensuntrasi dan tempat lahirnya bayi
è Anus
Tempat keluarnya feses








2. Organ reproduksi pria

Keterangan :

è Tulang penyangga
Untuk menyangga pinggul
è Ureter
Membawa urin dari ginjal ke kandung kemih
è Sigmoid kolon
Mengeliminasi zat sisa makanan
è Kandung kemih
Tempat urin sementara
è Sub mukosa
Memproduksi sekresi aralis dan untuk melindungi usus 12 jari
è External illiac
Pembuluh darah
è Kelenjar prostat
Untuk memberikan suasana basah dan menghasilkan getah

è Vas diferens (saluran sperma)
Saluran jalannya sperma dari epididemis ke kandung semen
è Uretra
Saluran pembuangan urin dan membawa sperma
è Penis
Untuk menyampaikan sperma ke organ reproduksi wanita
è Prepusium (foreskin)
Untuk melindungi glanpenis
è Corpus kofernosum
Jaringan spons yang membantu ereksi
è Corpus spongiosum
Jaringan spons yang berfungsi merespon rangsangan
è Orificlum uretra
Tempat keluarnya urin
è Testis
Memproduksi sperma dan testosteron dan untuk mengeluarkan sifat-sifat sekunder pada pria
è Skrotum (kantung sperma)
Untuk melindungi ttestis dan mengatur suhu
è Anus
Saluran pengeluaran feses
è Kelenjar bulbu uuretra
Mengekskresi cairan agarr sperma lebih tahan hidup
è Tulang ekor
Untuk menyngga tulang sekitar panggul
è Rektum
Bagian terakhir usus besar dan tempat feses sementara
è Vesicular seminalis
Untuk mengekskresi cairan semen dan sumber energi spermatozoa
è Ductus ejakulatoris
Untuk keluarnya sperma agar masuk kedalam uretra

è Kepala sperma
Untruk mencari sel ovum

B.   Pembahasan

Sistem reproduksi adalah sistem yang berfungsi untuk berkembang biak. Reproduksi atau perkembangbiakan merupakan bagian dari ilmu faal (fisiologi). Reproduksi secara fisiologis tidak vital bagi kehidupan individual dan meskipun siklus reproduksi berhenti, tetapi makhluk tersebut masih dapat bertahan hidup. Organ reproduksi membentuk apa yang dikenal dengan traktus genitalis yang berhubungan dengan traktus urianius.

Pada lelaki kedua traktus itu berhubungan erat. Pada perempuan meskipun traktus genitalis dan urianius berhubungan erat akan tetapi tidak bersambung. Traktus genitalis wanita bersambung dengan rongga peritonium. Organ perkembangbiakan wanita terletak dalam panggul kecil, organ laki-laki sebagian besar diluar pelvis.

Reproduksi seksual tidak saja bermakna bagi kelangsungan hidup suatu spesies,tetapi juga berarti bahwa keturunan yang dihasilkan memiliki sifat atau karakter yang berbeda dari induknya. Hal itu disebabkan pada waktu fertilisasi terjadi kombinasi sifat-sifat menurun melalui inti sel kelamin dari dua induk yang berbeda. Sebelum terjadi fertilisasi didahului proses pembentukan gamet. Pada manusia,pembentukan sel kelamin atau gamet terjadi di dalam alat kelamin yang disebut gonad, ada gonad jantan dan ada gonad betina. Gonad jantan dikenal dengan istilah testis dan gonad betina dikenal dengan nama ovarium. Proses pembentukan sel kelamin tersebut dikenal dengan gameto genesis yang terdiri atas spermatogenesis dan oogenesis.
1.       Spermatogenesis

Spermatogenesis merupakan proses pembentukan spermatozoa yang berlangsung didalam kelenjar kelamin jantan (testis). Spermatozoa yang terbentuk berasal dari sel pembentuk sperma yang terdapat didalam testis (sel spermatogonium).

Mula-mula sel spermatogonium didalam testis berulangkali membelah secara mitosis sehingga terbentuklah beberapa sel spermatogonium yang baru. Selanjutnya,setiap sel spermatogonium tersebut tumbuh menjadi sel yang lebih besar, disebut spermatosit primer. Dalam perkembangannya, spermatosit primer membelah secara meiosis sehingga terbentuk dua buah spermatosit sekunder. Masing-masing spermatosit sekunder kemudian membelah secara meiosis dan menghasilkan empat buah spermatid yang bersifat haploid(n) karena hanya mengandung setengah jumlah kromosom sel induknya. Pada akhirnya, melalui tahap-tahap perkembangan tertentu, intisel spermatid mengecil sehingga terbentuklah spermatozoa yang siap melakukan pembuahan.

2.       Oogenesis

Oogenesis merupakan proses pembentukan sel telur atau ovum didalam indung telur atau ovarium. Sel telur berasal dari sel oogonium didalam ovarium. Sama seperti halnya pada proses pembentukan spermatozoa, oogenesis diawali dengan adanya pembelahan mitosis yang berlangsung beberapa kali pada sel oogonium sehingga terbentuk beberapa sel oogonium yang bersifat diploid.
Selanjutnya, setiap sel oogonium baru yang terbentuk mengalami pertumbuhan menjadi oosit primer. Dalam perkembangannya, oosit primer membelah secara meiosis menjadi dua sel yang tidak sama ukurannya karena sitoplasma selnya terbagi dua bagian yang tidak sama. Satu sel yang besar mengandung inti sel (nukleus) dan sitoplasma disebut dengan oosit sekunder,sedangkan satu sel lain yang lebih kecil hanya mengandung inti sel saja,disebut badan kutub primer (polosit I).
Pada akhirnya, oosit sekunder membelah secara meiosis menjadi dua sel yang juga tida sama besar ukurannya. Sel yang besar disebut ootid dan akan berkembang menjadi sel telur, sedangkan sel yang kecil disebut dengan badan kutub sekunder (polosit II) yang kemudian akan terserap kembali oleh dinding ovarium.
Jika terjadi perkawinan antara induk jantan dan induk betina, maka berlangsunglah proses fertilisasi yang akan menghasilkan zigot. Selanjutnya,zigot membelah secara mitosis dan setelah melalui tahap perkembangan tertentu berubah menjadi embrio. Pada akhirnya, embrio tumbuh dan berkembang menjadi individu baru dengan sifat yang bervariasi di antara kedua induknya. Dengan demikian, makin jelaslah bahwa dengan adanya proses pembelahan secara meiosis, sifat dari suatu individu (suatu jenis organisme) tetap terjaga dari generasi ke generasi berikutnya sehingga kelestarian jenisnya pun ikut terjaga dari bahaya kepunuhan.

Fertilisasi

Sel telur dibentuk pada ovarium. Setiap bulan, satu ovarium melepaskan telur. Biasanya hanya satu sel telur yang dilepaskan setiap kurang lebih 28 hari. Ovarium itu biasanya secara bergantian melepaskan melepaskan sel telur. Peristiwa pelepasan sel telur dari ovarium disebut ovulasi. Pada saat terlepas dari ovarium,telur bergerak menuju saluran yang disebut oviduk,yaitu organ yang terbentuk saluran yang menghubungkan antara ovarium dan rahim (uterus).
 Pada waktu kontak seksual (kovulasi) terjadi, sperma akan disuntikan oleh serangkaian otot yang mengalami kontraksi dari uretra laki-laki menuju ke vagina perempuan. Meskipun jumlah sperma mencapai jutaan yang dapat masuk ke dalam vagina, tetapi yang sampai ke uterus hanya beberapa ratus saja. Beberapa sperma itu seterusnya akan masuk ke oviduk dan proses fertilisasi akan terjadi jika didalam oviduk ada sel telur yang sudah siap di buahi. Meskipun demikian hanya satu sperma yang dapat melakukan fertilisasi. Sperma yang sampai pada sel telur akan melakukan penetrasi. Sel sperma dan sel telur  yang tadinya bersifat haploid setelah bergabung (fertilisasi) akan menjadi zigot yang diploid.

 Setelah terjadi fertilisasi, telur yang telah dibuahi menjadi embrio. Setelah lima hari (120 jam) dari fertilisasi, embrio bergerak dari oviduk menuju ke uterus. Selanjutnya,embrio menempel pada dinding uterus.  Di tempat ini embrio akan berkembang biak selama 40 minggu untuk menjadi bayi.



 Siklus menstruasi

Umumnya siklus menstruasi terjadi secara periodik setiap 28 hari (adapula setiap 21 hari dan 30 hari) yaitu sebagai berikut:
pada hari 1-14 terjadi pertumbuhan dan perkembangan folikel primer yang dirangsang oleh hormon FSH. Pada saat tersebut sel oosit primer akan membelah dan menghasilkan ovum yang haploid. Saat folikel berkembang menjadi folikel de graaf yang matang. Folikel ini juga menghasilkan hormon estrogen yang merangsang keluarnya LH dari hipofisis. Estrogen yang keluar berfunsgsi merangsang perbaikan dinding uterus yaitu endometrium yang habis terkelupas waktu menstruasi,selain itu estrogen menghambat pembentukan FSH dan memerintahkan hipofisis menghasilkan LH yang berfungsi merangsang folikel de graaf yang masak untuk mengadakan ovulasi yang terjadi pada hari ke-14, waktu disekitar terjadinya ovulasi disebut estrus. Selain itu, LH merangsang folikel yang telah kosong untuk berubah menjadi badan kuning (corpus luteum). Badan kuning menghasilkan hormon progesteron yang berfungsi mempertebal lapisan endometrium yang kaya dengan pembuluh darah untuk mempersiapkan datangnya embrio disebut menstruasi.




Penyakit pada Sistem Reproduksi

Seperti sistem tubuh yang lain, sistem reproduksi pada manusia dapat pula di infeksi oleh mikrob. Mikrob tersebut dapat menyerang pada saat terjadi kontak antara orang yang satu dan yang lain selama kontak seksual. Penyakit yang di sebarkan melalui kontak seksual disebut penyakit seksual.

Apa saja mikroba yang menyebabkan penyakit seksual ini? Penyakit Gonore, Klamidia, Sifilis adalah penyakit yang di sebabkan bakteri sedangkan AIDS ( Acquired Immune Deficienci Syndrome ) dan Herpes di sebabkan oleh virus.

Penyakit Gonore, Sifilis dan Klamidia dapat diobati dan di sembuhkan dengan antibiotik. AIDS dan Herpes sangan sulit di sembuhkan.

Penyakit Kelamin dan Gejalanya

1.       Gonore ( kencing nanah )

Gejala :
- perempuan : keluarnya nanah yang berasal dari vagina dan saluran urine tidak muncul gejala pada beberapa perempuan.
- laki-laki : keluarnya nanah dari penis saluran urine.
Masalah :
- perempuan : kebersihan pada saat kelahiran baru terinfeksi dari ibunya selama kelahiran.
- laki-laki : infeksi pada testis.

2.       Klamidia ( klamidiasis)

Gejala : seperti pada perempuan gonore, tidak tampak gejalanya 70 % pada perempuan, 10 % pada laki-laki.
Masalah :
- perempuan : kebersihan masalah pada saat kehamilan.
- laki-laki : kebersihan pada laki-laki.



3.       Sifilis ( raja singa )

Gejala : luka pada vagina atau penis.
Masalah : membahayakan jantung dan otak melalui ibu yang di tularkan melalui vetusnya.

4.       Herpes ( DHAB )

Gejala : luka pada vagina atau penis seperti bercak bercak yang menyerang alat kelamin manusia.
Masalah : melalui proses kelahiran infeksi berasal dari ibu selama kelahiran.

5.      Kandida ( keputihan )

Gejala : infeksi pada dinding vagina.
Masalah : kurang menjaga kebersihan diri.

6.      AIDS

Gejala : rusaknya sel darah putih, pertahanan tubuh melemah.
Masalah : merusaknya sistem kekebalan tubuh, kanker, paru-paru, kejadian fatal selama sakit.




BAB V
KESIMPULAN

Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut:
1.      Proses pembentukan sel kelamin dikenal dengan istilah gametogenesis yang terdiri atas spermatogenesis dan oogenesis. Spermatogonesis merupakan proses pembentukan spermatozoa. Oogenesis merupakan proses pembentukan ovum
  1. Alat perkembangan biakan pada manusia berfungsi optimal setelah masa usia tertentu (masa puber).
  2. Tahapan reproduksi pada manusia adalah ovarium menghasilkan sel telur dan testis menghasilkan sel sperma. Jika terjadi fertilisasi, yaitu terjadinya pertemuan sel telur dengan sel sperma di oviduk maka sel telur yang telah dibuahi berkembang menjadi embrio dan bergerak ke uterus selanjutnya terus berkembang di dalam uterus hingga menjadi bayi.
  3. Embrio sebelum menjadi bayi mempunyai beberapa kebutuhan ,seperti perlindungan ,makanan, oksigen dan pembuangan sisa metabolisme.
  4. Penyakit pada sistem reproduksi seperti gonore, klamedia,sifilis dan herpes
  5. AIDS adalah penyakit yang disebabkan oleh human immunodeficiency virus (HIV)




DAFTAR PUSTAKA

Frandson, 1992. Anatomi dan fisiologi ternak.gadjah mada university press.yogyakarta.
Kelley, R., 1995. Histologi dasar . EGC. Jakarta.
Pearce, E.,2004. Anatomi dan fisiologi manusia untuk paramedis. Gramedia pustaka utama.jakarta
Syaifuddin,2006. Anatomi dan fisiologi untuk mahasiswa keperawatan. Buku kedokteran EGC. Jakarta .
Ganery,A.1995.Tubuh Manusia .Dalam ilmu pengetahuan.terjemahan lina.human body.semarang:PT mandiri jaya abadi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar