Sabtu, 12 Maret 2016

KETERAMPILAN DASAR KEBIDANAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT ( TRANSPOR AKTIF )

 
Transport aktif adalah pengangkutan lintas membran dengan menggunakan energi ATP, melibatkan pertukaran ion Na+ dan k+ (pompa ion) serta protein kontraspor yang mengangkut ion Na+ bersama molekul lain seperti asam amino dan gula.
·         Arahnya dari daerah berkonsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah.
·         Misal perpindahan air dari korteks ke stele.
·         Transpor aktif merupakan transpor yang mengkonsumsi atau menggunakan energi untuk mengeluarkan dan memasukkan ion-ion dan molekul melalui membran sel, melawan perbedaan konsentrasi.
·         Ini menunjukkan, bahwa sel pada suatu waktu tidak dapat hanya mengendalikan difusi dan osmosis untuk memperoleh keperluan hidupnya.
·         Energi diperlukan karena ada zat yang harus di pindahkan melawan kecenderungan alami berdifusi kea rah yang berlawanan.
·         Berbeda denga difusi yang dapat berjalan ke dua arah, transpor aktif merupakan gerakan satu arah dan di pengaruhi oleh muatan listrik di dalam dan di luar sel.
·         Muatan listrik ini terutama di tentukan oleh ion-ion Natrium (Na+), Kalium (k+), dan ion Klor (Cl-). Keluar masuknya ion Na+, dan K+ dilakukan oleh pompa Natrium-Kalium (pompa Na+ - K-) dengan menggunakan energi yang diperoleh dari ATP (adenosin triphospate).
·          Pompa Na+ - K- bekerja memompa ion Na+ ke luar sel dan memasukkan ion K- ke dalam sel.
·         Kosentrasi ion K+ yang tinggi diperlukan untuk sintesis protein, glikosis, fotosintesis, dan proses vital lainnya.
·         Keberadaan ion-ion Na+ dan K+ penting untuk mengendalikan pengeluaran osmosis, mempertahankan kegiatan listrik dalam sel saraf dan memacu transpor aktif bagi zat-zat lain seperti glukosadan asam amino.
·         Dalam beberapa hal, kombinasi antara transpor aktif dan difusi dapat terjadi.

Transpor aktif terjadi melawan kemiringan kosentrasi,sehingga melibatkan energi.  Transpor aktif  melibatkan reseptor dan transporter.

Transpor aktif terdiri dari :                                                            
1.      Uniport, jika macam zat arah nya satu.
2.      Symprot, jika macam zat dua dan arah sama.
3.      Antiport , jika macam zat dua arah berbeda.
 Transpor aktif yaitu:
1.      Transpor aktif memerlukan energi.
2.      Transpor aktif bersifat melawan gradien kosentrasi.
3.      Transpor aktif terdiri melalui endositosis dan eksositosis.
Transpor aktif merupakan perpindahan molekul melewati membran yang terjadi melawan gradien konsentrasi dengan bantuan energi dengan bentuk ATP. Di sebut melawan gradien konsentrasi karena molekul-molekul akan bergerak dari larutan konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi. Molekul yang berpindah adalah molekul zat terlarut. Transpor aktif tidak berusaha mencari kesamaan konsentrasi antara kedua pihak. Transport ini bertujuan untuk mempertahankan konsentrasi molekul tertentu tetap dalam jumlah normal agar tubuh tetap bekerja dengan optimal. Beberapa molekul dijaga tetap dalam konsentrasi tinggi didalam sel dan diluar sel, demikian pula sebaliknya. Pembahasan tentang transpor aktif akan di tekankan pada pompa natrium-kalium.  
Pompa natrium-kalium
Sel hewan memiliki kosentrasi kalium yang tinggi dan konsentrasi natrium yang rendah, sebaliknya pada cairan ekstraseluler konsentrasi kalium rendah sedangkan konsentrasi natrium tinggi. Kalium perlu di pertahan kan dalam konsentrasi tinggi agar proses fisiologi penting didalam sel tidak terganggu.
Pompa natrium-kalium terjadi dengan bantuan protein pembawa. Suatu protein integral yang berperan sebagai pembawa ion masuk dan keluar sel. Protein ini aktif apabila mendapat energi dalam bentuk ATP. Gugus fosfat dalam ATP akan terikat pada protein pembawa dan menyebabkan terjadinya perubahan struktur protein yang berakibat ion kalium masuk sel dan natrium keluar sel.
.


Proses perpindahan yang terjadi pada pompa natrium-kalium adalah sebagai berikut:
·         Ion Na+ dari sitoplasma akan berikatan dengan protein pembawa, dalam keadaan ini protein tersebut mudah sekali berikatan dengan Na+ (memiliki afinitas yang tinggi terhadap Na+).
·         Pengikatan Na+ memicu terjadinya fosforilasi oleh ATP, gugus fosfat akan menempel pada protein.
·         Fosforilasi menyebabkan struktur protein , sehingga kehilangan afinitas terhadap Na+ dan melepaskan ion Na+ keluar sel.
·         Bentuk baru protein tersebut memiliki afinitas yang tinggi terhadap K+, sehingga ion K+ dari luar sel berikatan dengan protein pembawa. Ion K+ yang berikatan memicu dilepaskan nya gugus fosfat yang tadi nya berikatan.
·         Lepasnya gugus fosfat menyebabkan protein kembali ke bentuk awalnya, bentuk awal ini memiliki afinitas yang rendah terhadap ion K+.
·         Afinitas yang rendah terhadap K+ menyebabkan ion ini dilepaskan di dalam sel, dan terjadi pengikatan terhadap ion Na+. Siklus berulang kembali.

















DAFTAR PUSTAKA
·         Hhtp://biologi-news.blogspot.co.id/2010/12/transport-aktif.html_
·         www.edubio.info/2015/07/pompa-natrium-kalium-dan.html?m=1





























                                                                    

























Tidak ada komentar:

Posting Komentar